Program

Yayasan Kerti Praja sebagai Mitra Global Fund untuk penanggulangan HIV

Beberapa data epidemiologi terkait penularan HIV di Indonesia masih menunjukkan bahwa infeksi baru HIV di Indonesia masih akan terjadi terutama melalui transmisi seksual. Salah satu kontributor penting dari besarnya potensi transmisi seksual adalah faktor jumlah pelanggan Pekerja Seks yang sangat besar dibandingkan dengan kelompok beresiko lainnya, di samping karena konsistensi penggunaan kondom yang masih rendah dan masih tingginya prevalensi IMS pada pekerja seks. Diperlukan upaya terus menerus untuk meningkatkan jangkauan program penanggulangan terutama pada kelompok pekerja seks perempuan (PSP) dan pelanggannya agar epidemi HIV melalui transmisi heteroseksual dapat ditekan serendah mungkin sehingga infeksi baru dapat diturunkan baik pada PSP, pelanggan dan masyarakat umum.

Global Fund ATM (AIDS-Malaria-TB) mendanai program penanggulangan HIV di negara-negara mitra salah satunya Indonesia. Yayasan Kerti Praja sebagai salah satu Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di isu Kesehatan dipercaya menjadi salah satu mitra GF ATM.

Periode program 2016-2017

Melanjutkan dukungan GFATM periode sebelumnya, Indonesia kembali dipercaya untuk memperoleh dukungan dari GFATM melalui mekanisme New Funding Model (NFM) untuk kurun waktu 2016-2017 dengan salah satu target populasi utama PSP dan pelanggannya dimana Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menjadi penerima hibah utamanya (Principal Recipient = PR). Kegiatan ini dikelola oleh LSM yang ditunjuk sebagai SR Nasional Program PSP melalui pelaksanaan oleh Implementing Unit (IU) di tingkat kabupaten / kota.

Salah satu SR Nasional tersebut adalah Yayasan Kerti Praja (YKP) yang bekerja di Region III mewilayahi Jatim, Sulawesi, Bali, NTB, dan NTT (19 Kab/Kota). Dalam menjalankan tugasnya di 19 kabupaten/kota tersebut, YKP telah melakukan kerjasama dengan 13 IU yang mewilayahi satu atau lebih kabupaten/kota. 

Tabel 1. Wilayah kerja dan Mitra SR YKP di Region 3 periode 2016-2017

Provinsi Wilayah Kerja IU
Jatim Kediri Suar Kediri
Jatim Kota Kediri
Jatim Malang Paramitra
Jatim Kota Malang
Jatim Jember Laskar Jember
Jatim Banyuwangi
Jatim Kota Surabaya Orbit
Jatim Sidoarjo Yayasan Bambu Nusantara
Bali  Badung Yayasan Citra Usada Indonesia
Bali  Buleleng
Bali  Kota Denpasar Yayasan Kerti Praja
NTB Kota Mataram Inset Mataram
NTT Kota Kupang Yayasan Tanpa Batas
Sulut Kota Manado LKKNU Sulut
Sulut Kota Bitung
Sulteng Kota Palu PKBI Sulteng
Sultra Kota Kendari LAHA Sultra
Sulsel Kota Makassar Yayasan Mitra Husada
Sulsel Kota Pare-Pare

Grafik 1. Capaian Program PSP region 3 periode 2016-2017

Periode 2018-2020

Indonesia kembali dipercaya untuk memperoleh dukungan dari Global Fund melalui mekanisme New Funding Model continue (NFMc) untuk kurun waktu 2018-2020 dengan salah satu target populasi utama Pekerja Seks Perempuan (PSP) dimana Kementrian Kesehatan menjadi penerima hibah utamanya (Principal Recipient=PR). Program penjangkauan pekerja seks perempuan ini dikelola oleh LSM yang ditunjuk sebagai SSR Nasional dan dilaksanakan oleh Implementing Unit (IU) di tingkat kabupaten/kota. 

Yayasan Kerti Praja (YKP) merupakan salah satu SSR Nasional yang bekerja di Region III dengan wilayah kerja Kalimantan, Jawa Timur, Sulawesi, Bali, NTB dan NTT (26 Kabupaten/Kota). Dalam menjalankan program di 26 kabupaten/kota, YKP telah melakukan kerjasama dengan 18 IU yang mewilayahi satu atau lebih kabupaten/kota. Pada akhir semester setiap tahunnya, SSR YKP telah melakukan evaluasi terhadap kinerja semua IU di Region III (yang didasarkan pada indicator manajemen internal organisasi, kegiatan penjangkauan dan rujukan, administrasi dan pelaporan, keuangan dan capaian IU. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, SSR YKP melakukan pembaharuan kerjasama dengan IU sehingga mulai memasuki semester 1 tahun 2019, SSR YKP bekerja sama dengan 17 IU yang menjalankan tugasnya di 26 kabupaten/kota. Satu diantaranya yaitu Kota Kendari tidak kami lanjutkan kerjasamanya karena kinerja yang kurang baik dan merekrut kembali implementing unit baru pada kuartal kedua tahun 2019. 

Tabel 2. Wilayah Kerja dan Mitra IU periode 2018-2020

No Provinsi IU Wilayah Kerja
1 Kalimantan Barat PKBI Kalbar 1. KOTA PONTIANAK
2. KOTA SINGKAWANG
2 Kalimantan Selatan PKBI Kalsel 3. KOTA BANJARMASIN
3 Kalimantan Tengah PKBI Kalteng 4. KOTA PALANGKARAYA
4 Kalimantan Timur PKBI Kaltim 5. KOTA BALIKPAPAN
6. KOTA SAMARINDA
5 Kalimantan Utara PKBI Tarakan 7. KOTA TARAKAN
6 Jawa Timur Suar Kediri 8. KEDIRI
9. KOTA KEDIRI
10. TULUNGAGUNG
7 Jawa Timur Paramitra 11. MALANG
12. KOTA MALANG
8 Jawa Timur Laskar Jember 13. JEMBER
14. BANYUWANGI
9 Jawa Timur Orbit 15. KOTA SURABAYA
10 Jawa Timur YBN 16. SIDOARJO
11 Bali YCUI 17. BADUNG
18. BULELENG
12 Bali YKP 19. KOTA DENPASAR
13 NTB Inset 20. KOTA MATARAM
14 NTT YTB 21. KOTA KUPANG
15 Sulawesi Utara LKKNU Sulut 22. KOTA MANADO
23. KOTA BITUNG
16 Sulawesi Tengah PKBI Sulteng 24. KOTA PALU
17 Sulawesi Tenggara Alpen Sultra 25. KOTA KENDARI
18 Sulawesi Selatan YMH 26. KOTA MAKASSAR

 

Pada periode ini, SSR YKP berinovasi mengembangkan metode pelaporan berbasis smartphone dengan memanfaatkan aplikasi open source (Kobo for humanitarian). Aplikasi ini membantu Peer leader/petugas lapangan untuk bisa menginput data langsung melalui perangkat handphone yang dimiliki. Dengan aplikasi ini, beban penginputan data di tingkat manajemen IU juga berkurang sehingga IU bisa fokus untuk fungsi koordinasi dan mentoring.

Grafik 2. Capaian Program PSP region 3 periode 2018-2020

 

Periode 2021

Indonesia kembali dipercaya untuk memperoleh dukungan dari Global Fund melalui mekanisme New Funding Model continue (NFMc) selama periode 2021 dengan salah satu target populasi utama Pekerja Seks Perempuan (PSP). Program ini merupakan perpanjangan dari skema sebelumnya, yaitu periode GF-NFMc tahun 2018-2020. Pada skema pendanaan ini, Kementrian Kesehatan menjadi penerima hibah utamanya (Principal Recipient = PR) dan UNFPA Indonesia berkedudukan sebagai Sub Recipient (SR). Melalui skema pendanaan ini, program penjangkauan pada pekerja seks perempuan ini selanjutnya dikelola oleh LSM yang ditunjuk sebagai Sub Sub Recipient (SSR) Nasional dan dilaksanakan oleh Implementing Unit (IU) yang ada di tingkat kabupaten/kota. 

Untuk tahun 2021, Yayasan Kerti Praja (YKP) merupakan salah satu SSR Nasional yang bekerja di Region II dengan wilayah kerja yaitu Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, dan Papua (total sebanyak 32 kabupaten/kota). Dalam upaya menjalankan program di 32 kabupaten/kota tersebut, YKP telah melakukan kerjasama dengan 10 IU yang mewilayahi satu atau lebih kabupaten/kota. Kegiatan pada periode ini merupakan kelanjutan dari periode sebelumnya namun ada perubahan jumlah IU yang menjadi mitra. 

 

Tabel 3. Wilayah Kerja dan Mitra YKP periode 2021

No Provinsi IU Wilayah Kerja
1 Jawa Timur SUAR KOTA KEDIRI
2 Jawa Timur KEDIRI
3 Jawa Timur TULUNGAGUNG
4 Jawa Timur PARAMITRA MALANG
5 Jawa Timur KOTA MALANG
6 Jawa Timur LASKAR JEMBER JEMBER
7 Jawa Timur BANYUWANGI
8 Jawa Timur ORBIT KOTA SURABAYA
9 Jawa Timur SIDOARJO
10 Bali YCUI BADUNG
11 Bali BULELENG
12 Bali SSR YKP KOTA DENPASAR
13 Kalimantan Timur PKBI KALSEL KOTA BALIKPAPAN
14 Kalimantan Timur KOTA SAMARINDA
15 Kalimantan Selatan KOTA BANJARMASIN
16 Kalimantan Tengah PKBI KOTA TARAKAN KOTA PALANGKA RAYA
17 Kalimantan Barat KOTA PONTIANAK
18 Kalimantan Barat KOTA SINGKAWANG
19 Kalimantan Utara KOTA TARAKAN
20 NTB INSET KOTA MATARAM
21 NTT KOTA KUPANG
22 Maluku KOTA AMBON
23 Sulawesi Utara YPKDS KOTA MANADO
24 Sulawesi Tengah KOTA PALU
25 Sulawesi Selatan KOTA MAKASSAR
26 Sulawesi Tenggara KOTA KENDARI
27 Papua Barat PKBI PAPUA KOTA SORONG
28 Papua JAYAWIJAYA
29 Papua NABIRE
30 Papua MIMIKA
31 Papua JAYAPURA
32 Papua KOTA JAYAPURA

Pada program periode 2021 ini, implementasi program masih terdampak dari adanya pandemi COVID-19. Peningkatan kasus COVID-19 di berbagai daerah menyebabkan adanya variasi pemberlakuan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 32 kabupaten/kota, sehingga berdampak pada pelaksanaan program penjangkauan. Dinamika pengetatan kebijakan PPKM sepanjang 2021 juga berubah-ubah, mengikuti dengan kenaikan jumlah kasus COVID-19 yang ada di beberapa daerah. Sehingga pelaksanaan program menemui beberapa kendala terkait tes HIV, seperti tidak berjalannya mobile VCT karena pemberlakuan kebijakan PPKM, masih banyak KD yang takut untuk tes HIV, terbatasnya jam buka layanan tes HIV akibat kebijakan PPKM, serta keterbatasan reagen di beberapa fasilitas kesehatan selama pandemi COVID-19.

Grafik 3. Capaian Program PSP region 3 periode 2021

Periode 2022-2023

Indonesia kembali dipercaya untuk memperoleh dukungan dari Global Fund melalui mekanisme New Funding Model selama periode 2022-2023 dalam penanggulangan HIV pada salah satu target populasi utama yaitu Pekerja Seks Perempuan (PSP). Indonesia AIDS Coalition (IAC) terplilih selaku penerima hibah utama (Principal Recipient = PR) dan Yayasan Kerti Praja (YKP) merupakan Sub Recipient (SR) yang mendukung pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS dengan bersinergi pada komunitas populasi kunci yang rentan tertular dan menularkan HIV/AIDS. SR YKP memegang wilayah region 3 yang terdiri dari 55 kabupaten/kota dan bermitra dengan 18 Sub Sub Recipient (SSR). Adapun wilayah region 3 adalah sebagai berikut: Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Jombang, Kota Kediri, Nganjuk, Kota Madiun, Sidoarjo, Kota Surabaya, Malang, Pasuruan, Kota Malang, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Badung, Buleleng, Kota Denpasar, Kota Kupang, Kota Mataram, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Sintang, Kota Palangkaraya, Kota Banjarmasin, Tanah Bumbu, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kota Tarakan, Nunukan, Kota Makassar, Bulukumba, Jeneponto, Sidenreng Rappang, Kota Palopo, Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kota Palu, Kota Kendari, Ambon, Maluku Tenggara, Kota Sorong, Fakfak, Manokwari, Jayawijaya, Jayapura, Nabire, Mimika, Kota Jayapura dan Merauke. 

Tabel 4. Wilayah Kerja dan Mitra YKP periode 2021

Pada periode 2022-2023, ada tambahan modalitas tes untuk kelompok PSP yaitu community-based screening (CBS) dengan menggunakan Oral Fluid Test (OFT). Di tahun 2022, masih dalam proses pengenalan alat OFT kepada PL/PE dan stakeholder di daerah sehingga capaiannya belum optimal. DI tahun 2023, pemahaman tentang CBS sudah lebih baik sehingga ada peningkatan capaian CBS didukung pula pada kuartal 4 ada penambahan insentif bagi PL dan PE yang membantu dampingannya melaksanakan CBS. 

Pada periode ini, manajemen kasus untuk PSP yang hidup dengan HIV juga menjadi perhatian. PL diminta untuk tetap mendampingi PSP yang hidup dengan HIV hingga tes viral load dan viral load tersupresi.

Gambar 4. Capaian program region 3 tahun 2022-2023

Gambar 5. Manajemen kasus Region 3 tahun 2022-2023 

Dalam usaha mencapai target program, pada setiap periode program, dilakukan kegiatan pendukung sebagai berikut:

  1. Pelatihan untuk peningkatan kapasitas staff pelaksana program 
  2. Pelatihan untuk peningkatan kapasitas PL-PE
  3. Pertemuan koordinasi dengan stakeholder

Dokumentasi Pertemuan Evaluasi dan Kordinasi

Dokumentasi Pelatihan

Interested in directly supporting our work?

Copyright © 2024 - Kerti Praja Foundation
Melayani masyarakat dengan hati